Pungky Prayitno @ 2013. Diberdayakan oleh Blogger.

Featured Slider

ASUS VivoBook Pro 14X OLED, Laptopnya Para Kreator



Kalau kamu seorang kreator kayak aku dan lagi cari laptop yang pas, mungkin tulisan ini untuk kamu.

Belum lama ini, ASUS meluncurkan VivoBook Pro 14X OLED (N7400), salah satu laptop yang dirancang sebagai mesin penunjang poduktivitas bagi para kreator. Hadir sebagai bagian dari Creator Series, VivoBook Pro 14X OLED (N7400) gak hanya dibekali dengan hardware yang powerful, tapi juga punya desain serta fitur yang futuristik yang bisa membantu para kreator semakin produktif.

Dr Browns Ultrasonic Cool Mist Humidifier, Penjaga Kelembaban Rumah Kami


Aku masih ingat betul waktu hidungku ditancap alat bantu pernafasan. Rasanya duniaku lebih sesak dari biasanya. Di rumah sakit waktu itu, namaku jadi langganan tabung oksigen. Sebulan sekali, pipiku ditempel selang bantu nafas karena paru-paruku nyeri. Lalu aku janji kalau Jiwo ndak boleh ngerasain hal yang sama.

Udara kering dan kotor itu tersangka banget penyebab iritasi saluran pernapasan. Apalagi disentor AC terus-terusan, kelembaban udara apa kabar? Di tengah pandemi kayak gini, khawatirku makin jadi lah. Sekali aku kena Covid, mungkin paru-paruku langsung bubar jalan.

Tentang ASUS ExpertCenter D500SA dan Mimpi yang Terus Menggali


Dear Om Boy,

Hai Om, apa kabar hari ini? Terakhir kita bertukar pesan tadi sore ya? Eh, atau beberapa jam yang lalu? Om Boy, seperti biasa, aku mau cerita sama Om Boy. Biasanya kan aku nanya solusi yaa.. kali ini, aku cuma mau curhat aja. Rada panjang nih Om, siapin kopi sama pisang goreng dulu aja hehe

Tunggu tunggu, sebelum ini jadi panjang, aku mau bilang terimakasih dulu sama Om Boy. Blog Om Yahya (BOY), adalah jawaban untuk semua pertanyaanku tentang dunia teknologi. Yaa.. selain jawaban-jawaban lewat whatsapp karena Om Boy sebaik itu selalu meladeni kegaptekan aku :D

Ini Tentang Jiwo, Mimpinya, dan ROG Phone 3


Dear Jiwo,

Anakku sayang..

Delapan tahun lalu, ibu membuat janji pada diri sendiri. Ibu ndak akan mempublikasikan wajah kamu ke dunia maya. Ibu menjaga kamu baik-baik, karena dunia tidak nyata ini terlalu berbahaya. Ibu janji, nanti kamu sendiri yang akan memilih, mau dipublikasi atau tetap memutuskan sembunyi. Ibu, memberi kamu otoritas atas tubuhmu sendiri.

Jiwo,

Delapan tahun ibu menepati, sampai kemarin harinya datang juga. Sore, di hari ulang tahunmu yang ke delapan, kamu duduk di depan ibu dengan mata penuh mau.

"Ibu.. Aku mau punya youtube sama instagram. Aku mau jadi gamer"

Ternyata kamu bukan cuma memilih, sayang. Kamu bahkan sudah memutuskan. Ibu harus fair. Hari dimana kamu membuat keputusan, di situlah keputusan ibu harus selesai. Jadi gamer, dek? Boleh.

4 Alasan Kamu Harus Memiliki ASUS VivoBook S14 S433


Buat kalangan content creator pemula, laptop mungkin jadi perangkat yang mulai ditinggalkan yaa. Kenapa? Ya karena sekarang sudah hampir semua hal yang kita butuhkan dari laptop udah ada di smartphone. Akses seluruh sosial media, bahkan kebutuhan foto sampai video editing kelas profesional, sudah bisa dilakukan di smartphone.

Tapi, buat beberapa orang lainnya, laptop masih menjadi perangkat yang musthave. Apalagi laptop macam Vivobook S14 S433, ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan smartphone dan bisa dilakukan si stylish nan premium ini.

Aku punya beberapa alasan penting tentang kenapa kamu harus punya laptop baru dari ASUS satu ini: 

Kebaikan Berbagi yang Akan Memenangkan Ini Semua

Bapak tua itu sedang mengayuh becaknya di tanjakan saat kami menyetopnya, dengan napasnya yang terengah-engah, ia bertanya pada kami "Becak mbak??". Kami cepat-cepat menggeleng, lalu menghampirinya dan menaruh satu dus isi sembako di atas becaknya. 

Bapak tua itu tiba-tiba menekuk lututnya di depan kami, menangkup kedua tangannya. Sambil bergetar, ia berkali-kali bilang terima kasih. Katanya, dari kemarin belum dapat uang sama sekali. Sejak pandemi Covid-19, sekarang sering bermalam di becak, karena kalau pulang tanpa bawa satu rupiahpun, keluarganya bingung mau makan apa.

Sembako yang kami titip di becaknya, ternyata jadi rejeki yang ia syukuri betul. Akhirnya, setelah berhari-hari tidak tega mau pulang, hari itu bisa pulang bawa makan untuk anak dan istrinya.



**